Kendari (Portal Kendari) – Akademisi Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) berkolaborasi dengan Pemprov Sultra dalam mendorong nelayan Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan pada
diversifikasi produk perikanan berbasis teknologi.
Ketua Tim PKM Program Studi Kewirausahaan Unsultra Kendari, Ridha Taurisma Lajaria, S,Si, M.M di Kendari, Senin, mengatakan keterlibatan bersama beberapa dosen berperan aktif dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan pelatihan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
“Jadi program ini melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) yang menyasar beberapa kelompok nelayan di desa itu,” kata Ridha Taurisma bersama dosen ahli dari Prodi Kewirausahaan, Hastian, S,TP, M,Si dan dosen ahli dari Peternakan, Farra Sasmita, S.Pd.,M.Biomed.
Ia mengatakan dalam kegiatan itu, pihaknya juga berperan aktif dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan pelatihan, pendampingan produksi, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi.
“Program ini didanai oleh hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek tahun 2025, sebagai bagian dari skema pemberdayaan kemitraan masyarakat,” ujarnya.
Ridha mengatakan, masyarakat menyambut baik adanya diversifikasi produk ini karena memberikan alternatif sumber penghasilan, khususnya bagi ibu-ibu nelayan yang terlibat langsung dalam proses pengolahan.
Sebelumnya, ketua kelompok nelayan Lantahi, Herlik Harlan, menyatakan antusiasmenya terhadap program ini. Apalagi kegiatan ini baru pertama kali diadakan di desanya sekaligus mendapat bantuan peralatan teknologi serta pengetahuan baru yang diberikan, terutama dalam praktik pembuatan abon ikan dan penyedap rasa dari tulang ikan.
“Ini adalah langkah besar untuk meningkatkan kualitas produk masyarakat lokal khususnya para nelayan,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan kepala Desa Tanjung Tiram, Habir, bahwa keberhasilan program ini membuka peluang kerja sama yang lebih besar di masa depan.
“Program ini akan memberdayakan masyarakat kelompok nelayan dan kedepannya kami berharap dapat bekerja sama dengan Bumdes Tanjung Tiram dalam upaya peningkatan kewirausahaan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, model pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat mendukung keabsahan hasil penelitian di desa-desa pesisir lainnya di Indonesia, sebagai strategi nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.










