Portalkendari.com–Menggigit kuku mungkin terasa seperti kebiasaan kecil yang sering dilakukan untuk meredakan stres atau kecemasan. Namun, kebiasaan ini yang dalam dunia medis dikenal sebagai onychophagia ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan kuku maupun kondisi tubuh secara keseluruhan.
Kebiasaan menggigit kuku biasanya muncul sejak masa kanak-kanak dan dapat bertahan hingga dewasa. Meski penyebab pastinya belum jelas, kebiasaan ini sering terjadi saat seseorang sedang cemas, bosan, frustrasi, atau dalam situasi stres. Bahkan, menggigit kuku juga bisa menjadi tanda gangguan mental seperti ADHD, depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif.
Risiko dan Bahaya Menggigit Kuku
Menggigit kuku tidak hanya merusak penampilan kuku, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, antara lain:
Cara Mengatasi Kebiasaan Menggigit Kuku
Dilansir dari alodokter, berikut beberapa cara praktis yang dapat membantu kamu berhenti menggigit kuku:
Menghentikan kebiasaan ini memang memerlukan waktu dan komitmen. Jika menggigit kuku terkait dengan masalah kecemasan atau gangguan mental, konsultasi dengan profesional kesehatan sangat disarankan agar mendapatkan terapi yang tepat, seperti terapi perilaku kognitif.
Jika kamu sudah mengalami masalah kuku parah, seperti tumbuh ke dalam, perubahan warna, bengkak, atau nyeri hebat, segera periksakan ke dokter untuk penanganan medis yang tepat.(*)