website murah
website murah
930 x 180 PASANG IKLAN

Jembatan Kayu Penghubung Desa Tongauna dan Puurau Kolaka Timur Bisa Dilalui Warga – Portal Kendari

750 x 100 PASANG IKLAN

[ad_1]

Portalkendari.com, KOLAKA – Jalan dan jembatan kayu di Desa Tongauna dan Desa Puurau di Kecamatan Ueesi Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diperbaiki.

Jembatan kayu itu menjadi satu-satunya penghubung dua desa di Kecamatan Ueesi yang berjarak sekira 100 kilometer dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.

Dari pantauan langsung TribunnewsSultra.com, Kamis (25/9/2025) kedua desa tersebut berada di Kecamatan Ueesi, pelosok Kolaka Timur.

Sejumlah tentara berseragam loreng bersama warga dan apatur desa tampak bahu membahu menyusun kayu besar membangun jembatan sepanjang 33 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 15 meter.

Para prajurit Komando Distrik Militer atau Kodim/1412 Kolaka tersebut sedang menjalankan tugas TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-162.

Komandan Distrik Militer atau Dandim 1412 Kolaka, Letkol Inf Choky Gunawan mengatakan Program TMMD ke-162 dilaksanakan untuk memudahkan mobilitas membantu akses masyarakat pelosok desa.

Program tersebut dimulai 8 Oktober 2025, memiliki 2 program yaitu fisik dan non-fisik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

750 x 100 PASANG IKLAN

Baca juga: Sulawesi Tenggara Akan Miliki Jembatan Terpanjang Kedua di Indonesia, Hubungkan Pulau Muna dan Buton

Selain membangun jembatan, para prajurit juga membangun deker permanen ukuran panjang 2 meter, lebar 4 meter dan tinggi 1,5 meter.

Masyarakat Desa Puurau dan Desa Tongauna juga bisa menikmati jalan yang lebih lebar usai dilakukan pelebaran jalan sepanjang 10 kilometer dengan lebar 6 meter.

Kemudian memperbaiki rumah tak layak huni di Desa Tongauna, Koltim.

Untuk sasaran kegiatan non fisik, TMMD ke-162 Kodim 1412/Kolaka melakukan penyuluhan ke warga terkait narkoba, stunting, wawasan kebangsaan, hukum hingga kemiskinan.

Seorang warga Desa Wundubite, Gunawan merasa bersyukur program TMMD masuk ke desa pelosok tempatnya tinggal yang masih minim sentuhan pembangunan.

“Iya, dulunya jembatan satu-satunya penghubung tak layak dilalui kini telah dibangun ulang dan jalan ini sempit, tapi setelah masuk TMMD, jalan desa diperlebar. Terima kasih Pak Pangdam, terima kasih Pak Dandim,” ujarnya.

Baca juga: Jembatan Permanen Rp60 Miliar Bakal Dibangun di Sambandete Konawe Utara Sulawesi Tenggara Tahun 2026

Operator Perusahaan Daerah (Perusda) Kolaka, Firdaus mengatakan sebanyak 10 alat berat diturunkan untuk membantu mempercepat pembangunan jalan sepanjang 10 km.

“Excavator atau alat berat diturunkan oleh Perusda Kolaka membantu mempercepat untuk mengeruk tanah meluaskan dan meratakan jalan berjarak 10 Km” ujarnya.(*)

(Portalkendari.com/Adrian Adnan Sholeh)



[ad_2]

750 x 100 PASANG IKLAN
Kamu mungkin juga menyukainya
930 x 180 PASANG IKLAN