[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Seorang kepala sekolah (kepsek) inisial R di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) dipolisikan orangtua muridnya.
R merupakan kepala sekolah dasar atau SD Negeri di Kecamatan Kusambi, Kabupaten Mubar.
Kecamatan Kusambi berjarak 12,1 kilometer atau 17 menit berkendara dari Kantor Bupati Mubar di Desa Lampobalani, Kecamatan Sawerigadi.
Dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, Kusambi dapat ditempuh dengan jaur laut menyeberang dari Plabuhan Nusantara Kendari menuju Pelabuhan Nusantara Raha Muna sekira 4 jam.
Dari Pelabuhan Nusantara Raha di Jalan Bypass Kecamatan Katobu Kabupaten Muna menuju Kecamatan Kusambi sekitar 35 kilometer atau kurang lebih 40 menit berkendara naik mobil atau motor.
Sang kepala sekolah diduga menganiaya anak muridnya berinisial LMZ pada Kamis (18/9/2025) lalu.
LMZ yang kini duduk di kelas 5 diduga dipukul oleh kepala sekolah pada bagian kepala saat jam istirahat.
Baca juga: Kata Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi di Konawe Utara: Sudah Sering Dipukuli
Akibatnya korban kencing di celana atau ngompol setelah mengalami kejadian ini.
Tidak terima tindakan sang kepala sekolah, orangtua LMZ melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib.
Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Kusambi, IPDA Ahmad setelah dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Selasa (23/9/2025) melalui sambungan telepon WhatsApp.
Ipda Ahmad membenarkan peristiwa tersebut dan pihaknya sudah menerima laporan orangtua siswa.
“R (kepsek) dilaporkan orangtua siswa sehari sesudah peristiwa ini terjadi, Jumat (19/9) malam, karena orangtua murid tidak terima perlakuan Kepsek,” kata Ipda Ahmad kepada TribunnewsSultra.com.
Pihaknya kini masih mengupayakan mediasi terhadap pihak pelapor dan terlapor.
“Kami masih usahakan mediasi. Hanya bapaknya ini yang bersikeras untuk tetap dilanjutkan laporannya,” ungkap Ahmad.
• Aksi Brutal Siswa SMA Aniaya Guru Disaksikan Ayahnya Sosok Polisi di Sinjai Sulawesi Selatan
“Rencananya hari ini kita pertemuan kepsek R dan keluarga siswa LMZ,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi terkait kronologi peristiwa ini, Ipda Ahmad belum memberikan keterangan secara detail.
“Terkait kronologi nanti kami sampaikan setelah kami pertemuan dan mendengarkan lebih jelas keterangan ke dua belah pihak,” ujarnya.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sawal)
[ad_2]