website murah
website murah
930 x 180 PASANG IKLAN

Khasiat Daun Komba-komba, Mahasiswa Farmasi UHO Kendari: Hambat Pertumbuhan Sel Kanker Usus Besar – Portal Kendari

750 x 100 PASANG IKLAN

[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, tengah meneliti potensi tanaman lokal sebagai kandidat obat antikanker alami.

Melalui kajian in vitro dan in vivo, mereka menemukan bahwa fraksi etil asetat dari daun chromolaena odorata memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar (kolon).

Daun chromolaena odorata adalah tanaman yang dikenal luas dengan sebutan daun komba komba.

Kanker kolon adalah jenis kanker yang berasal dari pertumbuhan abnormal sel-sel pada lapisan mukosa usus besar (kolon), bagian utama dari sistem pencernaan yang berfungsi menyerap air dan garam dari sisa makanan.

Kondisi ini umumnya berkembang dari polip adenomatosa, yaitu benjolan jinak yang seiring waktu dapat berubah menjadi ganas apabila tidak diangkat.

Baca juga: Menilik Khasiat Air Panas Wawolesea Konawe Utara Bagi Kesehatan, Ramai Dikunjungi Saat Akhir Pekan

Ketua Tim Penelitian, Wa Ode Nurhayati Basri mengatakan penelitian ini merupakan bentuk kontribusi nyata generasi muda Farmasi UHO dalam mengangkat potensi tanaman lokal sebagai sumber obat modern.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Komba-komba sering dianggap gulma, padahal menyimpan senyawa aktif penting yang dapat menjadi kandidat obat antikanker masa depan,” ujarnya kepada TribunnewsSultra.com, Rabu (8/10/2025).

Ia menjelaskan, pada kajian in vitro, menunjukkan bahwa fraksi tersebut mampu menurunkan viabilitas sel kanker secara signifikan serta memicu perubahan morfologi khas apoptosis, seperti penyusutan dan fragmentasi sel.

Temuan ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kemampuan untuk menghambat proliferasi sel kanker secara efektif di tingkat seluler.

“Kemudian dilanjutkan ke tahap in vivo menggunakan hewan dan pengamatan menunjukkan bahwa pemberian fraksi etil asetat daun chromolaena odorata mampu menekan pertumbuhan massa tumor serta memperbaiki kondisi fisiologis hewan uji tanpa menimbulkan efek toksik yang berarti,” jelasnya.

Baca juga: Mengenal Khasiat Kepiting Tapal Kuda Berdarah Biru, Harga Rp 200 Juta per Liter, Hewan Dilindungi

Nurhayati menambahkan penelitian ini sejalan dengan upaya Fakultas Farmasi UHO dalam memperkuat riset berbasis bahan alam Indonesia untuk pengembangan fitofarmaka antikanker.

Sekaligus mendorong kemandirian bangsa dalam pengembangan obat berbahan baku lokal yang berdaya saing tinggi. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)



[ad_2]

750 x 100 PASANG IKLAN
Kamu mungkin juga menyukainya
930 x 180 PASANG IKLAN