Kendari (Portal Kendari) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggandeng pengusaha lokal untuk ikut mempromosikan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat bersama dengan para pengusaha perhotelan di Kota Kendari, dan hal tersebut menjadi momentum penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya pengembangan UMKM.
Ia menyampaikan rasa syukur baru-baru ini telah sukses terselenggaranya kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) di Kota Kendari, dan hal tersebut juga membawa dampak positif bagi dunia usaha sektor perhotelan dan pariwisata. Akan tetapi, satu hal yang menjadi sorotan dari Menteri Ekonomi Kreatif yang menyampaikan keluhan jika di hotel tempatnya menginap tidak menemukan produk-produk UMKM lokal.
“Kami tidak ingin saling menyalahkan antara hotel dan UMKM. Pemerintah Kota hadir sebagai fasilitator. Kami ingin produk-produk UMKM dapat tampil dan dikenal oleh tamu-tamu hotel, terutama yang datang dari luar daerah,” kata Sudirman.
Dia menyebutkan pihaknya berharap ke depan agar produk-produk lokal bisa dipajang dan ditawarkan di area hotel sebagai bentuk promosi dan potensi ekonomi baru.
Sudirman mengungkapkan untuk itu Pemkot Kendari mengusulkan format kerja sama konkret, seperti uji coba penempatan produk UMKM di hotel, evaluasi dari konsumen, serta penyediaan outlet khusus di lobi hotel.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal, termasuk dari segi kemasan dan cita rasa, agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kendari Ibrahim mengatakan bahwa sebagian besar hotel di Kendari memang telah menggunakan produk dari pengusaha lokal, meskipun ada pula yang berasal dari luar kota.
Dia juga menyambut baik inisiatif pemerintah kota untuk memperkuat kerja sama ini dan siap mendukung dengan mekanisme yang disepakati bersama.
“Baik dari sisi distribusi maupun sistem transaksi,” ucap Ibrahim.










