[ad_1]

Portalkendari.com – Inilah penyebab Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak perlo memangkas dana Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya saat ini penyerapan anggaran MBG sudah berjalan dengan baik.
Sehingga tak ada alasan untuk dipangkas ataupun diambil anggaran tersebut oleh Kementerian Keuangan.
Sebelumnya, Purbaya bak memberi ‘ancaman’ terkait adanya pengambilan dana MBG yang tidak dapat terserap dengan baik.
Ia meminta agar memaksimalkan penyerapan anggaran di seluruh kementerian yang ada di Kabinet Merah Putih, agar tidak ada lagi uang negara yang nganggur hingga akhir tahun 2025 ini.
Kebijakan ini nyatanya berlaku juga untuk Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengurus program prioritas yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Baca juga: Dapur MBG di Unaaha Konawe Setop Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan Pelajar, BGN Evaluasi
Menanggapi hal tersebut, Luhut pun memastikan bahwa anggaran MBG terserap dengan baik.
Sehingga meminta pada Purbaya agar tak mengambil anggaran yang tidak terserap.
“Kami pastikan penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan nggak perlu nanti ngambil-ngambil anggaran yang tidak terserap,” ujar Luhut setelah bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jumat (3/10/2025), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Dadan Hindayana merupakan Kepala Badan Gizi Nasional, kata Luhut telah diingatkan terkait penyerapan dana MBG ini.
Luhut pun mengingatkan kepada Dadan, agar anggaran MBG yang sudah disiapkan oleh pemerintah tersebut digunakan dengan baik.
Dari penyampaian Dadan, bahwa serapan dana MBG seluruhnya sudah mencapai Rp21,46 triliun hingga hari ini, Jumat (3/10/2025).
“Itu kami ingatkan tadi sama Pak Dadan, jangan sampai dana yang dialokasikan tidak bisa serap,” jelasnya.
“Tadi kami lihat dana semua akan terserap dengan baik dan itu akan terjadi penyebaran,” papar Luhut.
Menurutnya, jika anggaran bisa terserap dengan maksimal maka akan berpengaruh pada pergerakkan ekonomi di Indonesia.
[ad_2]