website murah
website murah
930 x 180 PASANG IKLAN

Penyedia Pangan MBG Sulawesi Tenggara Wajib Miliki Sertifikat Laik Higiene, Sekolah Sediakan Hotline – Portal Kendari

750 x 100 PASANG IKLAN

[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) memperketat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu dilakukan usai adanya laporan keracunan makanan di sejumlah daerah seperti di Buton, Konawe dan Bombana.

Upaya pencegahan keracunan MBG ini dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Nomor 500.1/8704 Tahun 2025.

Isi surat tersebut di antaranya setiap penyedia pangan diwajibkan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi makanan. 

Selain itu, sekolah harus menyediakan hotline sebagai sarana pelaporan cepat apabila terjadi insiden keracunan.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua, membenarkan adanya surat edaran itu saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polda Sultra, Senin (29/9/2025). 

SPPG itu terletak di Kelurahan Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

750 x 100 PASANG IKLAN

Baca juga: UMKM di Baubau Sulawesi Tenggara Minta Dilibatkan Pengadaan MBG, Respons Sekretaris Kementerian UMKM

Jaraknya sekira 12,5 kilometer dari kawasan pusat Kota Kendari, eks MTQ Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.

Ia menegaskan kebijakan ini merupakan bentuk perhatian Pemprov terhadap kualitas dan keamanan pangan di sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Hugua mengecek bahan baku, peralatan, proses memasak, hingga pengemasan makanan. 

“Berdasarkan hasil peninjauan, SPPG Polri Polda Sultra sudah sesuai standar, dan menu juga dipantau langsung oleh ahli gizi,” kata Hugua.

Terkait dugaan keracunan di Buton, Hugua menduga hal itu terjadi karena jenis makanan yang masih asing bagi sebagian siswa. 

Seperti mereka memakan salad dengan mayones padahal belum terbiasa, sehingga ini menjadi pelajaran berharga agar ke depan program bisa lebih baik.

Meski demikian, mantan Bupati Wakatobi ini menekankan MBG tidak boleh dilihat dari sisi negatif semata. 

Baca juga: Siswa SMK Konawe Sulawesi Tenggara Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sekolah, Keluhkan Sakit Perut

Karena program ini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga berdampak pada perekonomian, termasuk nelayan dan pelaku industri kreatif dalam rantai pasok pangan.



[ad_2]

750 x 100 PASANG IKLAN
Kamu mungkin juga menyukainya
930 x 180 PASANG IKLAN