[ad_1]

Portalkendari.com – Skuad Persija Jakarta menghadapi fase krusial dalam perjalanan di ajang BRI Super League 2025-2026.
Terutama 3 laga terakhir tanpa kemenangan menjadi alarm keras, bagi Macan Kemayoran yang sebelumnya tampil menjanjikan di awal musim.
Seluruh elemen tim menyadari sedang berada di jalur yang tidak ideal. Evaluasi menyeluruh pun menjadi keharusan.
Terlebih dengan jeda kompetisi selama 3 pekan yang bisa dimanfaatkan, untuk membenahi performa.
Baca juga: Hellas Verona Vs Sassuolo: Prediksi Skor, H2H dan Line Up, Jay Idzes cs Lagi Tren Positif
Bek senior Jordi Amat mengungkapkan suasana ruang ganti yang dipenuhi rasa kecewa. Menegaskan tim harus segera bangkit, dan bekerja lebih keras memperbaiki diri.
“Namun tetap saja, kekalahan ini sangat menyedihkan dan jujur, terus menghantui pikiran saya 95 menit pertandingan,” ujar mengutip laman i.League.id.
Sementara, Pelatih Persija, Mauricio Souza pun mengambil langkah tegas dengan meliburkan sesi latihan reguler di Persija Training Ground.
Para pemain diberi waktu beristirahat, dan menyegarkan fisik serta mental bersama keluarga.
Harapannya, ketika kembali ke lapangan, para pemain berada dalam kondisi lebih prima, dan siap menghadapi tantangan berikutnya dengan semangat baru.
Salah satu pemain baru menjalani debut adalah Thales Lira. Bek asal Brasil itu akhirnya tampil resmi bersama Persija pada pekan ke-7.
Namun debutnya harus tercoreng kekalahan 1-3 dari Borneo FC, di Stadion Segiri, Samarinda.
Baca juga: Prediksi Persita Vs Semen Padang FC: Pendekar Cisadane On Fire, Kabau Sirah Juru Kunci Klasemen
“Saya sangat senang bisa menjalani debut dengan mengenakan jersey Persija. Bermain bersama rekan-rekan baru momen luar biasa,” kata Thales.
Thales menegaskan komitmennya terus bekerja keras dan memperbaiki kekurangan tim. Ia percaya perjalanan musim ini masih panjang, dan Persija akan segera bangkit.
Eks pemain PSS Sleman dan Arema FC itu berharap bisa memberikan kontribusi lebih besar ke depannya.
Terutama membantu tim keluar dari tren negatif dua kekalahan beruntun. Momentum kebangkitan diharapkan terjadi usai jeda kompetisi FIFA Match Day.
[ad_2]