[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari tengah memburu penjual tembakau sintetis yang diduga memasok barang haram tersebut kepada para pelajar di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penyelidikan ini menyusul viralnya video sejumlah siswi SMP mengonsumsi tembakau sintetis di sebuah kamar pada Senin (22/9/2025).
Kepala Satuan Reserse Narkoba atau Kasatresnarkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir, mengatakan pihaknya telah mengamankan beberapa siswa yang terindikasi menggunakan narkotika tembakau sintetis.
Polisi mengambil langkah pembinaan dengan memanggil orangtua siswa untuk diberikan edukasi.
”Kemarin, pihak sekolah sudah membawa siswa yang terindikasi sebagai penyalahguna,” ujar AKP Andi Musakkir pada Selasa (23/9/2025).
Mengingat status mereka yang masih di bawah umur, polisi tidak langsung melakukan proses hukum. Sebaliknya, mereka berfokus pada pembinaan.
”Kami panggil orangtuanya, kami bina, dan kami berikan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Musakkir.
Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Siswi SMP Kendari Viral Pakai Narkoba Tembakau Sintetis, Beli di Instagram
Namun, untuk siswa yang terindikasi sebagai pengguna berat, polisi mengambil langkah tegas dengan membawanya ke Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalani rehabilitasi.
BNN Kota Kendari beralamat di Jalan Bunggasi Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, berjarak sekira 6,7 kilometer atau 14 menit bekendara dari Polresta Kendari di Jalan DI Panjaitan, Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.
Langkah pembinaan diambil setelah orangtua siswa menyatakan kesanggupan untuk mendampingi mereka ke BNN.
”Orang tuanya juga menyatakan kesanggupan untuk dibawa bersama-sama ke BNN,” imbuhnya.
Dari hasil interogasi mendalam, terungkap para siswa mendapatkan tembakau sintetis melalui transaksi di media sosial, tepatnya Instagram, dengan harga Rp50 ribu per linting.
”Kami sudah telusuri dan saat ini kami sedang mengejar penjualnya,” ujar Kasatresnarkoba Polresta.
Baca juga: 4 Siswi SMP di Kendari Sulawesi Tenggara Positif Narkoba, Video Viral Diduga Pakai Tembakau Sintetis
“Kami akan tindak tegas dengan melakukan penangkapan secepatnya,” tegas Musakkir.
Para siswa ini beranggapan tembakau sintetis merupakan “obat penenang” bahkan “obat gemuk”.
”Padahal itu salah. Kami jelaskan narkotika itu merusak, apalagi bagi para pelajar yang masih dalam masa pertumbuhan,” ujar AKP Musakkir menjelaskan.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)
[ad_2]