[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Roadshow Kuliner Viral Indonesia diselenggarakan selama sembilan hari, mulai 19-27 September 2025 di Pelataran The Park Mall Kendari.
Mall The Park berlokasi di Jalan Brigjen M Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berjarak 2,5 kilometer atau delapan menit dari Kantor Balai Kota Kendari, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Roadshow Kuliner Viral Indonesia tersebut diselenggarakan oleh GS Food Management yang menghadirkan lebih dari 200 tenant UMKM dengan 1.000 jenis jajanan.
Pantauan TribunnewsSultra.com, pelataran The Park Kendari tampak dipadati ribuan pengunjung pada sekira pukul 17.00 WITA.
Mereka tak hanya datang dari dalam kota, tetapi juga dari luar daerah Kendari seperti Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan (Konsel).
Pengunjung Roadshow Kuliner Viral Indonesia tersebut tampak berkeliling tenant mencari kudapan yang hendak dicicipi.
Mereka bahkan rela mengantre demi merasakan kuliner-kuliner khas viral yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Baca juga: Festival Wahana Kuliner di Anjungan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara, Main Sepuasnya Hanya Rp30 Ribu
Direktur Operasional GS Food Management, Dwi Nugraha mengatakan, event kuliner nasional ini telah berkeliling di 15 kota di Indonesia.
Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, menjadi kota ke-16 diselenggarakannya Roadshow Kuliner Viral Indonesia.
Sebelumnya digelar di Makassar sebagai kota ke-14 dan Malang yang merupakan kota ke-15. Setelah Kendari, kegiatan ini bakal dilaksanakan di Lombok dan Palu.
Dwi menjelaskan, meski mayoritas pelaku usaha yang hadir dalam roadshow kuliner itu berasal dari luar Kota Kendari.
Namun, GS Food Management tetap melibatkan beberapa UMKM lokal di antara ratusan tenant tersebut.
“GS Food Management mengkurasi tenant-tenant dari berbagai lokasi baik itu yang ada di pinggir jalan, depan pasar, dalam mall,” katanya, Sabtu (20/9/2025).
“Kemudian kami beri pengarahan agar produk-produknya lebih level up sehingga mereka bisa mendapatkan profit yang lebih baik,” tambah Dwi.
[ad_2]