[ad_1]

Portalkendari.com, KENDARI – Sebanyak 63 relawan tanggap bencana Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti pelatihan aktivasi posko dan simulasi evakuasi korban bencana, Minggu (14/9/2025).
Bertempat di Pantai Nambo, Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sultra.
Berjarak 16 kilometer dari Kantor Balai Kota Kendari, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Lokasi tersebut dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat selama 23 menit hingga 27 menit.
Puluhan relawan Kendari itu terdiri atas Sahabat Relawan Indonesia (SRI), Relawan Pemimpin Indonesia (RAPI), Indonesian Escorting Ambulace (IEA), dan Rumah Zakat.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat di Kendari Bakal Dapat Pelatihan Ekonomi Kreatif, Ada Konten Kreator, Afiliator
Lalu Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP), Kendari Tanggap Bencana (Kartana), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sultra, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Pantauan TribunnewsSultra.com pada pukul 11.40 Wita, para relawan tampak terbagi dalam beberapa kelompok.
Salah satunya adalah tim evakuasi yang mempraktikkan penyelamatan korban tenggelam di tepi pantai.
Dengan membawa tandu, tim mengevakuasi korban lalu memberikan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Sementara itu, relawan lain melaporkan kondisi korban melalui handy talkie atau HT.
Baca juga: Puluhan Ibu-Ibu Ikuti Pelatihan Pengurusan Jenazah dari Baznas Kota Kendari Sulawesi Tenggara
Fasilitator dari BPBD Sultra, Dody Rizal Puuwawoa Lamarundu, menjelaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan koordinasi keposkoan para relawan.
“Saya memberikan pemahaman kepada teman-teman relawan bahwa mereka sangat penting dalam penanganan darurat bencana,” ujarnya.
Menurutnya, peran relawan sangat vital dalam membantu pemerintah maupun pemangku kepentingan saat terjadi bencana.
Mereka umumnya memiliki kemampuan khusus, mulai dari evakuasi, pertolongan pertama, trauma healing, hingga pengolahan data.
“Nah, dalam kegiatan hari ini kami mencoba mensimulasikan seperti apa koordinasi di pos komando,” tambah Dody.
Baca juga: 79 Mahasiswa Kedokteran UHO Kendari Sultra Ditempa Latih Soft Skill Lewat Pelatihan Intensif AMSA
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris FPRB Kendari, Zulfiany Azis, berharap melalui pelatihan ini posko tanggap bencana dapat berfungsi maksimal sesuai tugas pokok dan fungsinya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
[ad_2]