Kendari (Portal Kendari) – PT Vale Indonesia (Tbk) mengumumkan hasil uji sampel air di Danau Towuti yang dinyatakan aman dan memenuhi baku mutu. Sejak terjadinya kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
PT Vale berkomitmen penuh untuk melakukan penanganan dan pemulihan secara transparan dan berbasis data ilmiah.
Pengujian independen dilakukan oleh Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) dan Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory (GEL). Sampel air diambil di Danau Towuti, sekitar satu km dari muara Sungai Timampu. Hasil uji terhadap parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi menunjukkan air memenuhi baku mutu kelas 2 sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 22/2021. Dengan demikian, air Danau Towuti layak untuk rekreasi, budidaya ikan, peternakan, pengairan, dan kebutuhan serupa.
Selain itu, pengujian sampel udara di Dusun Molindoe, Desa Lioka, juga menunjukkan hasil positif. Parameter SO, O, dan NO berada di bawah ambang batas baku mutu udara ambien nasional, menunjukkan kualitas udara tetap aman dan tidak berisiko bagi kesehatan.
Ketua DRRC UI Prof. Fatma Lestari, Rabu, memastikan hasil uji tersebut sahih dan kredibel.
“Analisis ini menggunakan standar ilmiah ketat. Hasilnya menunjukkan air aman, namun pemantauan rutin, transparansi data, dan pelibatan masyarakat harus terus berlanjut,” katanya.
Menanggapi hasil ini, Direktur dan Chief of Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Budiawansyah menegaskan bahwa perusahaan tidak akan lengah.
“Kami bersyukur atas hasil ini yang memberikan kepastian bagi masyarakat. Namun, tugas kami belum selesai. Kami berkomitmen untuk melanjutkan pemulihan, memperbaiki infrastruktur desa, menyalurkan bantuan, dan menjaga transparansi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam juga menyambut baik hasil ini.
“Insya Allah, masyarakat Towuti bisa tenang karena air dinyatakan aman. Pemerintah bersama para ahli dan PT Vale akan terus memantau agar kepastian ini selalu terjaga. Semua langkah kami pastikan berjalan secara adil, transparan, dan untuk kebaikan masyarakat Luwu Timur,” kata Irwan.
Hingga saat ini, tercatat 206 aduan resmi dari enam desa terdampak telah diverifikasi dan ditindaklanjuti. Pemerintah daerah dan PT Vale kini memasuki tahap transisi pemulihan, dengan fokus pada bantuan berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan, serta penguatan fasilitas desa agar lebih tangguh di masa depan.










