website murah
website murah
930 x 180 PASANG IKLAN

Wamen Ossy : STPN kawah candradimuka cetak profesional agraria berintegritas

750 x 100 PASANG IKLAN

[ad_1]

Jakarta (Portal Kendari) – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) terus menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mencetak tenaga ahli pertanahan dan tata ruang yang berintegritas dan profesional. Sejak didirikan pada tahun 1963, STPN menjadi Kawah Candradimuka bagi generasi muda yang akan mengelola sumber daya agraria nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, saat memberikan pembekalan sekaligus menutup kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Taruna Baru (PKKTB) Program Studi Diploma IV Pertanahan Tahun 2025, dikutip Jumat (12/9)

“STPN ini bukan sekadar proses menuntut ilmu, melainkan juga pembentukan karakter dan juga kepemimpinan, serta menjadi panggilan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” tutur Wamen Ossy

Dalam arahannya, Wamen Ossy menekankan pentingnya prinsip kerja yang berlandaskan integritas dan karakter kuat. Ia mengingatkan bahwa tugas insan pertanahan bukan sekadar membagikan sertifikat, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara adil dan bertanggung jawab.

“Kalian nantinya tidak hanya akan mempelajari teknis pertanahan dan hukum pertanahan, tetapi juga memahami filosofi, nilai keadilan, dan tanggung jawab moral. Sebagai calon profesional dan pemimpin di bidang agraria dan tata ruang, kalian dituntut memiliki kompetensi, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wamen Ossy menitipkan tiga nilai utama yang harus dijunjung tinggi oleh para taruna STPN, yakni integritas, profesionalisme, dan empati.

“Integritas adalah modal utama. Tanpa integritas, ilmu setinggi apa pun bisa disalahgunakan. Integritas berarti jujur, tidak menyalahgunakan wewenang, dan setia kepada amanat rakyat,” tegasnya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas. “Taruna STPN harus menjadi generasi unggul secara teknis dan akademis, menguasai teknologi, memahami hukum pertanahan, dan mampu membaca tata ruang. Dengan profesionalisme, kepercayaan rakyat akan tumbuh,” lanjutnya.

Nilai ketiga yang ditekankan adalah empati. “Integritas dan profesionalisme tidak cukup. Kita membutuhkan empati. Empati akan membuat ilmu kita tidak kering, sehingga dalam membuat keputusan kita akan melakukan keputusan yang baik dan benar,” pungkas Wamen Ossy.

Dengan pembekalan tersebut, STPN diharapkan terus melahirkan tenaga-tenaga ahli pertanahan dan tata ruang yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN gandeng Stranas PK dari KPK perkuat ketahanan pangan



[ad_2]

750 x 100 PASANG IKLAN
Kamu mungkin juga menyukainya
930 x 180 PASANG IKLAN